Luna menatap semu semua kepastian
Luna tak ada harap
Merpati akan tetap disangkarnya
Tak peduli langit yang membiru
Bunga yang bermekar wangi
Dia bersimpuh
Berharap tanya kan ada jawaban
Luna tak ingin langkahnya terantai
Jejaknya terstempel gelisah
Luna hanya ingin kebebasan kupu-kupu
Yang senantiasa melanglang cakrawala
Tapi angan tak sejalan yang telah ditentukan
Hanya mampu memandang harap dan cita
Melalui jendela kekosongan
2 komentar on "Jejak yang terantai"
biarpun melihat harap dan cita pada jendela kekosongan...
mudah2an harapan dan cita itu tak sekosong jendela kekosongan,....
nice poetry...
iya moga. makasih komentnya.. n_n
Post a Comment